Mudahkan Tenaga Kerja, Masrun Ingin Pusat Pelatihan Dibangun di Lombok Tengah

195
kali tampilan.
Loading...

LOMBOKita – Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Lombok Tengah Haji Masrun menegaskan kesiapan daerahnya memenuhi permintaan tenaga kerja migran ke Jepang.

Skema yang dikembangkan tidak semata-mata berupa government to government (G to G) atau antarpemerintah, melainkan berkembang ke arah government to business (G to B) atau antara pemerintah dengan perusahaan di Jepang maupun perusahaan penyedia jasa tenaga kerja di tanah air.

Masrun mengungkapkan hal itu saat menerima rombongan Presiden Direktur PT OS Selnajaya Indonesia Satoshi Miyajima di ruang kerjanya, Selasa 19 November 2019.

Perusahaan yang berkantor di Jakarta ini merupakan penyedia jasa tenaga kerja untuk penempatan Jepang. Belum lama ini OS mengambil slot penyediaan 350 ribu tenaga kerja untuk 14 sektor pekerjaan di Jepang dalam lima tahun ke depan.

“Kami memyambut baik permintaan pekerja migran untuk ke Jepang ini. Kebetulan sebelumnya kami sudah mengirim sejumlah pekerja migran ke sana. Bahkan, pada 2015 lalu kami memfasilitasi telekonferensi pekerja di Jepang dengan keluarga mereka di Lombok. Kami menyelenggarakannya di Pendopo bersama Pak Bupati,” terang Masrun.

Loading...

Masrun meminta secara khusus agar OS Selnajaya Indonesia membangun pusat pelatihan di Lombok Tengah. Dengan begitu, calon pekerja migran Indonesia (PMI) asal Lombok Tengah tidak harus terbang ke Jakarta untuk mempersiapkan keberangkatannya ke Jepang.

Selain lebih efisien, calon PMI juga lebih praktis karena tidak harus melakukan dua kali persiapan

“Kami selalu berupaya sekuat tenaga memfasilitasi kebutuhan warga Loteng agar lebih mudah dan praktis dalam mengakses pekerjaan. Dalam beberapa waktu ke belakang, kami membangun layanan terpadu satu pintu (LTSP). Kami menghadirkan delapan layanan ketenagakerjaan di satu tempat. Mulai pemeriksaan kesehatan, pembuatan paspor, BPJS Ketenagakerjaan, surat keterangan catatan kepolisian, dan lain-lain. Kini, warga NTB tidak harus ke Mataram untuk mengurus dokumen ketenagakerjaan. Lebih efisien dan murah karena semua layanan tidak dipungut biaya, kecuali biaya yang besarannya sudah ditentukan peraturan. Bahkan, untuk pembuatan paspor bagi pemula kita gratiskan,” tandas Masrun.

Penjaringan Bakal Calon Bupati-Wakil Bupati

Untuk keperluan tersebut, Masrun berjanji untuk mengomunikasikan secara langsung kepada Bupati HM Suhaili Fadil Tohir. Semuanya semata-mata dilakukan untuk kemaslahatan masyarakat. Masrun mengaku sangat bahagia setiap kali berhasil membantu memfasilitasi kebutuhan masyarakat.

Menanggapi hal itu, Satoshi Miyajima berjanji untuk menindaklanjuti dengan mulai menjajaki rencana pembukaan pusat pelatihan dan perekrutan tenaga kerja di Lombok Tengah.

Satoshi menilai Lombok Tengah memiliki potensi besar bagi pengembangan ketenagakerjaan. Pekerja-pekerja migran yang selama ini bekerja di sektor informal bisa ditingkatkan kualifikasinya menjadi pada sektor formal.

“Saat ini Jepang tengah mengalami ledakan penduduk tua. Sementara kebutuhan terhadap tenaga kerja sangat tinggi. Karena itu, Jepang sangat terbuka terhadap pekerja dari luar, terutama negara-negara di Asia,” ungkap Satoshi dalam bahasa Indonesia sangat fasih.

“Rumah sakit dan instalasi kesehatan serta panti jompo di Jepang antre menerima kedatangan pekerja dari luar. Cuma memang syaratnya harus memenuhi kualifikasi sebagai pekerja profesional. Nah, kami menyediakan pelatihan peningkatan kompetensi tersebut. Tidak hanya untuk sektor kesehatan seperti perawat, melainkan pekerja untuk sektor lainnya,” Satoshi menambahkan. (/*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.