Musim Kemarau Untungkan Petani Garam Sekotong

85
kali tampilan.
Loading...

LOMBOKita -Di satu sisi, musim kemarau merupakan halangan terberat bagi petani konvensional. Tapi bukan bagi Petani garam.

Kemarau tahun 2019 ini justru membawa berkah bagi Petani garam di Dusun Bertong, Desa Cendi Manik, Kecamatan Sekotong-Lombok Barat. Mereka bersuka cita dengan hasil panen yang melimpah tahun ini.

Bukan sekedar hasil panen, tapi juga kualitas garam yang jauh lebih bagus. Dengan cuaca yang bersahabat serta penerapan sistem geoisolator dari program Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Lombok Barat, tahun ini para Petani optimis bisa panen hingga lima kali.

Jika tahun lalu, para Petani hanya menghasilkan 5 ton per satu petak, namun dengan adanya integrasi lahan panen menjadi lebih meningkat, sekarang satu petak dapat menghasilkan 7 ton.

“Kalau sekali panen ini kita dapat sekitar 100 ton yang lima petak. Ukuran satu petak itu panjangnya 33 x 3,3 meter. Sekarang ini lebih besar panennya,” tutur Mahyudin, Ketua Kelompok Petani (Poktan) garam Bertong Bangkit usai Panen Raya Garam, beberapa waktu lalu.

Ketua Kelompok Petani Garam, Mahyuddin
Mahyudin menargetkan, dari 47 petak ini, bisa menghasilkan 7,7 ton. Kata dia, untuk panen kedua nanti, bisa optimis mencapai seribu ton.

Mahyudin menjelaskan, dengan penerapan sistem geoisolator, tahun ini dirasa sangat bermanfaat. Diakui, dengan sistem ini, hasil panen garam tidak ada yang terbuang percuma, karena semua dapat diambil bersih. Selain kualitasnya terjamin, kadarnya juga bagus untuk industri.

Petani garam di Dusun Bertong ini bisa bernapas lega, lantaran petani garam yang ada di NTB, bisa menggunakan garam milik Bertong Bersatu untuk kebutuhan industri.

Saat ini pun, PDAM Giri Menang yang menggunakan dan mengambil langsung untuk kebutuhan sterilisasi air. Untuk komersialisasi, pihak koperasi yang menagani langsung. Harga per kilo sebesar Rp 3.500 bagi ASN. Sedangkan non ASN dihargakan Rp 1000.

“Saat ini kami memiliki dua kelompok tani dengan anggota 30 orang anggota. Masing-masing kelompok terdiri dari 15 anggota,” papar Mahyudin.

Kelompok Petani garam yang dimaksud Mahyudin adalah, Bertong Bangkit dan Bertong Baru. Penghasilan perbulan bisa mencapai Rp 3 juta per anggota.

Mahyudin mengaku, dulu memang petani garam sangat merasa kesulitan terutama soal marketing, Namun sekarang, setelah ada binaan dari Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Lombok Barat, petani garam khusunya di Dusun Berong ini bisa senang denga hasil melimpah dan distribusi penjualan bisa berjalan maksimal.

“Memang dulu kita pasrah dengan keadaan pemasaran, kalau sekarang berapa ribu ton stok tetap diambil,” lanjut Mahyudin. (LPA)

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.