Nenek 75 Tahun di Lotim Ditemukan Meninggal di Kolam Ikan

27
kali tampilan.

LOMBOKita – Innalillahi…. Warga dusun Gunung Paok Desa Perian kecamatan Motong Gading Lombok Timur, Selasa (25/1) sekitar pukul 11.30 Wita digegerkan dengan ditemukannya Inaq Anwar (75) mengapung di kolam ikan milik salah seorang warga.

Kasus meninggalnya nenek tua ini, pertama kali ditemukan oleh pemilik kolam, yaitu Haerul Ihsan warga Dusun Gunung Paok Desa Perian, ketika akan memberikan ikannya makan, bak disamber geledek, saksi melihat tubuh korban mengapung di kolam ikannya,

Saat itu juga saksi lansung memanggil anak korban yang rumahnya tak jauh dari TKP, bersama warga korban langsung di larikan ke Pustu desa Perian, sesampai di Pustu korban dinyatakan sudah tak bernyawa.

Terhadap kasus kematian korban ini, aparat Polsek Montong Gading begitu mendapat laporang langsung meluncur ke TKP, dan lakukan olah TKP, dan kasusnya dalam proses penyelidikan.

Kapolsek Montong Gading Ipda Fathul Munir yang dikonfirmasi membenarkan, adanya penemuan mayat nenek berumur 75 tahun di kolam milik salah seorang warga dusun Gunung Paok Desa Perian tersebut.

“Begitu mendapat laporan, kita langsung mendatangi TKP bersama anggota, dan melakukan olah TKP,” katanya.

Terhadap kematian korban inipun, menurut Fathul, pihak keluarganya telah menerima sebagai musibah, sehingga tak di lakukan otopsi, yang dikuatkan dengen pernyataan dari pihak keluarga korban.

Disebutkan Fathul, kronologis ditemukan korban m eninggal di kolam ikan tersebut, sekitar pukul 11.30 Wita, pemilik kolam datang ke TKP, dengan maksud untuk memberi makan ikannya.

Tetapi justru dikejutkan dengan adanya tubuh yang dikenal oleh saksi, mengapung di dalam kolam, dan dalam kondisi sudah tak bernyawa, sementara jilbab yang digunakan korban terlihat melilit di baling baling kincir air yang ada di di kolam.

Saat itu juga saksi langsung memanggil anak korban, yang rumahnya tak jauh dari TKP, dan bersama warga lain membawa korban ke Pustu terdekat yang ada di desa Perian.

“Sesampai di Pustu, oleh pihak Pustu, korban dinyatakan sudah meninggal dunia,” katanya, dan saat itu juga korban langsung di bawa pulang oleh keluarganya untuk dimakamkan.

“Saat kita mau otopsi korban, untuk mengetahui penyebab kematiannya, pihak keluarganya menolak melakukan otopsi, dengan membuat surat pernyataan penolakan otopsi.” Jelasnya, karena pihak keluarga korban telah menerima kematian korban sebagai suatu musibah.

- Adv -

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.