LOTIM Lombokita – Apes nasib M. FA (18) warga Desa Rensing Bat, kecamatan Sakra Barat, Kabupaten Lombok Timur, babak belur dihajar massa, lantaran ketangkap tangan saat mencuri mixcer dan kotak amal di masjid dusun Jurit desa Jurit kecamatan Pringgasela, setelah itu pelaku langsung diserahkan ke polisi untuk diproses hukum.

Informasi yang dihimpun, Senin malam lalu sekitar pukul 22.00 Wita, pelaku masuk ke dalam masjid, dan mengambil mixer dan adaptor, termasuk menguras isi kotak amal.

Ternyata aksi pelaku diketahui warga, pelaku langsung diamankan warga sebelum kabur, warga yang marah melihat perbuatan pelaku, sempat menghajar pelaku hingga babak belur

BACA JUGA

Terhadap kejadian ini, warga langsung menguhubungi pengurus masjid, termasuk melapor ke Polsek. Pengurus masjid yang mendapat laporan langsung menuju masjid, dan mendapatkan pelaku, yang sudah di amankan warga.

Dalam kasus ini, pelaku tak bisa mengelak, ia mengakui perbuatannya, saat ditanya pengurus masjid.

Anggota Polsek Pringgasla yang mendapat laporanpun, langsung menuju TKP, langsung mengamankan pelaku dari amuk massa, termasuk mengamankan barang bukti, berupa mixer dan adaptor, uang yang di diambil dari kotak amal, termasuk mengamankan sepeda motor milik pelaku. Pelaku langsung digelandang ke sel tahanan, guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Kapolsek Pringgasela melalui Kasi humas Polres Lombok Timur, saat dikonfirmasi membenarkan adanya pelaku pencuri mixer dan kotak amal milik masjid, di wilayah Desa Jurit, tertangkap tangan warga.

“Pelaku tertangkap tangan warga saat menjalankan aksi,” katanya, hanya saja sebelum aparat keamanan tiba di TKP, pelaku sempat dihajar warga.

Informasi yang di himpun, menurutnya, kalau pelaku merupakan resedivis, bahkan diduga pelaku kerap menjalankan aksinya di beberapa masjid

“Pelaku resedivis pencurian, dan ditengarai kerap melakukan aksi serupa di beberapa masjid,” sebutnya, dan baru tertangkap saat beraksi di salah satu masjid di desa Jurit.

BACA JUGA

“Pelaku dan barang bukti, telah diamankan, untuk proses hukum,” jelasnya, seraya mengatakan dalam kasus ini pelaku di jerat pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.