LOMBOKita – Mahasiswa KKN Tematik Universitas Mataram di Desa Kerumut Kecamatan Pringgabaya Kabupaten Lombok Timur melakukan Pemberian Makanan Tambahan (PMT). PMT merupakan salah satu program kerja yang dilaksanakan di Desa Kerumut. PMT dilakukan sebagai salah satu solusi untuk menurunkan angka stunting di Desa Kerumut.

Berdasarkan data stunting tahun 2022 yang ada di Desa Kerumut, sekitar 90 anak yang mengalami stunting. Mahasiswa KKN Tematik Universitas Mataram memanfaatkan hasil pangan desa salah satunya ubi ungu.

Ubi ungu mengandung vitamin A, B dan C, ‘beta karotin’, dan ‘anti oksidan’ yang baik bagi tubuh. Ubi ungu sangat baik untuk dikonsumsi oleh ibu hamil dan baik untuk tumbuh kembang anak.

Selain itu, ubi ungu dapat diolah menjadi Makanan Pendamping ASI (MPASI) untuk anak yang lepas sapih.

Adapun manfaat yang didapatkan untuk ibu hamil adalah sebagai berikut:

  1. Mendukung perkembangan janin
  2. Mencegah berat lahir yang rendah
  3. Mengatur tekanan darah
  4. Menjaga tulang tetap kuat
  5. Mencegah kelahiran prematur

Adapun manfaat ubi ungu bagi tumbuh kembang anak adalah seperti:

  1. Melancarkan percernaan
  2. Membantu mencegah anemia
  3. Meningkatkan fungsi otak si kecil
  4. Menambah berat badan si kecil
  5. Pengolahan ubi ungu sebagai menu MPASI

Berdasarkan manfaat ubi ungu tersebut, mahasiswa KKN Tematik Universitas Mataram yang ditempatkan di Desa Kerumut memanfaatkan hasil pangan desa yang diolah menjadi makanan bergizi seperti puding ubi ungu. Puding ubi ungu tersebut dibagikan kepada ibu hamil dan balita yang mengikuti posyandu. Puding ubi ungu diberikan sebagai Pemberian Makanan Tambahan (PMT). PMT ini dibagikan di setiap dusun saat kegiatan posyandu.

Kadus Desa Kerumut sangat mendukung kegiatan ini dan berharap kegiatan ini menjadi salah satu langkah agar ibu-ibu sadar akan gizi anak-anaknya sejak didalam kandungan guna menurunkan angka stunting di Desa Kerumut ini.

Ketua Kelompok KKN Tematik Universitas Mataram Desa Kerumut, Eka Handika berharap melalui kegiatan PMT ini ibu hamil dan menyusui di Desa Kerumut dapat memahami bahwa makanan bergizi tidak selalu memakan makanan yang mahal, hanya dengan hasil pangan mereka sendiri jika diolah dengan benar akan menjadi makanan bergizi dibandingkan makanan-makanan yang dibeli di luar.