Suasana kegiatan bazar dan pasar murah yang banyak mengecewakan ibu ibu pengunjung karena stok sembako sangat terbatas. / foto: Lalu Pangkat Ali

LOMBOKita – Ratusan pengunjung bazar dan pasar murah di desa Kopang Rembiga, Rabu (12/4/2023) kesal dan kecewa.

Mereka yang kebanyakan ibu-ibu ini mendatangi halaman masjid Darussalam Kopang sebagai tempat digelarnya bazar dan pasar murah. Namun ketika sebagian dari mereka tiba di lokasi, barang berupa sembako sudah habis. Padahal sepekan sebelumnya, kegitan sudah diumumkan lewat masjid, banner dan dilanjutkan oleh masing-masing kepala dusun (kadus) agar disampaikan kepada warga setempat.

Namun apa, lacur!. Banyak pengunjung yang kecewa. Kekecewaan dan kekesalan mereka tidak saja akibat dari kurangnya stok barang, tapi juga harga per botol minyak goreng sama dengan harga pasaran baik di swalayan maupun super market seperti Indomart maupun alfamart.
ramadhan gubwagub ntb2023

“Kalau harganya sama mendingan beli di Alfa mart, tidak desak-desakan,” gerutu Nety sambil berlalu meninggalkan lokasi bazar.

Dikatakan ibu rumah tangga asal dusun Gubug Alang ini, stok barang pun sangat terbatas. Karena menurutnya, yang namanya sembako sedianya sudah siap dengan beras, gula, telur, kecap, mi instan dan minyak goreng.

“Ini cuma minyak goreng dan tepung. Stoknyapun keburu habis” lanjut Nety yang diamini oleh ibu-ibu yang lain.

Banyak warga setempat yang menganggap kegiatan ini setengah hati, karena stok sembako yang sangat terbatas. Dan pengunjung yang hendak membeli kebutuhan sembako harus rela gigit jari, pulang dengan tangan hampa.

Melihat antusias warga yang berjubelan mengunjungi lokasi bazar, mengakibatkan lalu lintas di area peremptan Masjid jadi sedikit macet. Tapi kemacetan kendaraan roda empat dan dua bisa diatur oleh beberapa anggota sat lantas Polsek Kopang, sehingga pengunjung yang hendak memasuki lokasi bazar tidak semrawut.

Karena selain gelaran bazar, pada kesempatan yang sama, digelar pula kegiatan safari ramadhan pemprov NTB yang dihadiri langsung gubernur Zulkiefliansyah.

Mendapat info akan ada safari ramadhan dan dihadiri gebernur, sudah hadir menyambut penjabat dari unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (forkopimca), kepala desa Kopang Rembiga, kepala dusun serta segenap takmir masjid Darussalam Kopang.

Seperti info yang disampaikan, rencananya gubernur akan sholat ashar berjamaah, namun sampai pukul 17.30 tim safari tidak ada sinyal sedikitpun. Akibatnya, penjabat forkopinca Kopang membubarkan diri, diikuti anggota badan keamanan desa (BKD) serta sejumlah anggota polsek kopang bersama bhabinkamtibmas.

“Kita capek-capek nunggu tim safari, tapi sudah sore begini tidak mungkin datang,” kesal Awaludin berlalu meninggalkan lokasi bazar.

Kekecewaan dan kekesalan, tidak saja dirasakan kaum ibu-ibu dan pengunjung lain, tapi juga kekesalan yang sama dirasakan oleh kepala dusun (kadus) Lok Awaludin. Karena sejatinya menurut Awaludin, jika kegiatan safari ramadhan dikaitkan dengan bazar dan pasar murah, pasti stok barang mencukupi bahkan melebihi.Tapi justru pihak pemilik stand dari Disperindag justru memberikan kesempatan kepada pihak karyawan Alfa Mart yang menjajakan stok barang berupa minyak goreng. Itupun harga sesuai harga eceran.

Di tempat yang sama, sesuai agenda digelar pula semarak Samsat Berbagi. Namun lagi-lagi pengunjung yang bertransaksi berupa pajak kendaraan diberikan bonus berupa sebuah sarung.

Inipun jumlahnya terbatas. Bonus diganti dengan sebungkus korma dalam plastik.