Pesan Bupati Suhaili: Kepala Desa Harus Peka

59
kali tampilan.

LOMBOKita – Bupati Lombok Tengah Suhaili FT lantik 16 Kepala Desa terpilih priode 2021-2027, pelantikan ini dari hasil pemilihan serentak tahun 2020 kemrin dan satu kepala Desa Hasil pergantian antar waktu (PAW) Desa Durian Kecamatan Janapria Lombok Tengah.

Pelantikan 17 kepala desa tersebut yang berlangsung, di Alun-Alun Tastura Praya, Lombok Tengah, Kamis 21/01/2021/.

Dalam sambutan Bupati Lombok Tengah Suhaili FT menyampaikan, setelah dilantik 16 kepala Desa Hasil pemilihan serentak dan 1 Kepala desa Hasil Pergantian Antar Waktu (PAW) Desa Durian, muali hari ini secara resmi telah diamanahkan sebagai khadam/pelayan masyarakat di desa masing-masing.

Ini artinya bahwa kehidupan sejak saat ini tidak hanya untuk diri dan keluarga saja, akan tetapi kehidupan untuk orang banyak. Segenap tenaga dan pikiran harus dicurahkan untuk membangun desa yang saudara pimpin.

Ingat harus memposisikan diri sebagai pelayan semua warga tanpa terkecuali. Rangkul semua pihak yang dulunya menjadi pesaing di masa pilkades, saat ini harus diajak bersama-sama membangun desa.

“Perbedaan pilihan pada saat pilkades yang bisa saja menimbulkan gesekan, mulai hari ini harus dihilangkan, dan itu menjadi tanggung jawab saudara sebagai pemimpin semua orang di desa masing-masing,”terang Bupati dua priode Tersebut.

Bupati Lombok Tengah juga mengapresiasi kepada seluruh peserta pilkades yang telah secara bersama-sama mensukseskan pilkades dengan menerima hasil akhir dari pilihan warga. Proses pilkades telah berlangsung secara demokratis dan damai. Hal ini patut kita syukuri dan kita pertahankan.

“Kita memahami bahwa pembangunan desa merupakan kebijakan Nasional yang dilaksanakan secara merata di seluruh Indonesia, dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, masyarakat desa ditempatkan selaku subyek dan obyek pembangunan desa,”terangnya.

Bupati Lombok Tengah Suhaili FT menambahkan, yang tak kalah pentingnya dalam pembangunan desa adalah bahwa kearifan lokal masyarakat desa seperti gotong royong, pola-pola swadaya dan institusi sosial yang dapat mendukung pembangunan desa harus tetap dijaga dan dilestarikan.

Karena itu ruang lingkup pembangunan pedesaan sebenarnya sangat luas, dan tidak hanya mencakup implementasi program peningkatan kesejahteraan sosial melalui distribusi uang dan jasa untuk mencukupi kebutuhan dasar.

Para kepala desa harus memiliki kepekaan lingkungan yang tinggi. Dia harus bisa membaca segenap potensi desa. Harus bisa memahami secara detail sumber daya manusia di desa yang dipimpin. Dengan begitu, kepala desa dapat melakukan pemetaan atas hal-hal yang perlu menjadi prioritas untuk dikerjakan terlebih dahulu,” terang Suhaili.

“Dalam membangun desa juga diperlukan keterbukaan pikiran dan mau belajar dari pengalaman orang lain. jangan gengsi, jangan malu untuk menimba ilmu dari desa lainnya yang lebih maju dari desa kita. Proses pembelajaran dari pengalaman orang lain sangat efektif untuk dilakukan. kita harus menerima kenyataan bahwa saat ini kita berada dalam era kolaborasi,” ucapnya.

Dalam acara pelantikan tersebut, hadir Wakil Bupati, Wakil Ketua DPRD Loteng, Ketua Pengadilan Negeri Praya, Kejaksaan Negeri Praya, Wakapolres, Dandim, Penjabat Sekda, dan Camat.

- Adv -

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.