Sekretaris DPRD Lombok Timur Diperiksa Polisi, Ada Apa?

1145
kali tampilan.
Sekretaris DPRD Kabupaten Lombok Timur, Lalu Dami Ahyani saat menjalani pemeriksaan di Satreskrim Polres Lombok Timur, Jumat (22/02/2020) malam
Loading...

LOMBOKita – Sekretaris DPRD (Sekwan) Kabupaten Lombok Timur Lalu Dami Ahyani diperiksa Polisi, Jumat (22/2/2020) malam. Pemeriksaan dilakukan lantaran kasus pengangkatan tenaga honorer daerah kategori dua (K2) menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada tahun 2013 silam.

Mengenakan baju batik dan peci hitam, Lalu Dami Ahyani bergegas memasuki ruang penyidik Satreskrim Polres Lombok Timur yang berada di lantai dua untuk menjalani pemeriksaan.

Zeinta Tour and Travel - Solusi Ke Baitullah
Zeinta Tour and Travel

Kasat Reskrim Polres Lotim, AKP I Made Yogi Purus Utama menjelaskan, pemeriksaan terhadap Lalu Dami Ahyani dilakukan selama empat jam, mulai dari pukul 19.10 Wita hingga pukul 23.00 Wita dengan disuguhkan 32 buah pertanyaan dari penyidik.

Menurut Kasat Reskrim, Lalu Dami Ahyani dilaporkan oleh oknum tenaga honorer daerah yang mengaku sebagai korban penipuan karena dijanjikan akan diangkat menjadi PNS, namun hingga saat ini belum direalisasikan. Karenanya, korban merasa ditipu dan akhirnya melaporkan kasus tersebut ke Mapolres Lombok Timur.


Berita terkait baca:

Loading...

Dalam laporan itu, kata Kasat Reskrim, Lalu Dami Ahyani telah mengambil “uang pelican” untuk memuluskan salah seorang tenaga honorer K2 Lombok Timur menjadi PNS. Penerimaan uang itu lengkap kuitansi dan tanda tangan diatas materai Rp 6.000.

“Kami layangkan panggilan ke Pak Sekwan untuk dimintai keterangan karena adanya laporan dari masyarakat atas kasus dugaan penipuan,” kata Kasat Reskrim.

Usai pemeriksaan, sejumlah awak media yang berusaha menanyakan prihal kedatangannya ke penyidik Polres Lombok Timur, Lalu Dami Ahyani enggan berkomentar.

Namun dihubungi melalui WhatsApp pribadinya, Lalu Dami Ahyani membantah dirinya pernah menjanjikan oknum tenaga honorer itu untuk diangkat menjadi PNS seperti yang dilaporkan. Lalu Dami mengaku hanya menjadi perantara.

Demikian pula dengan uang yang diserahkan oleh oknum tenaga honorer daerah itu, kata Lalu Dami Ahyani, diterima oleh orang yang menjanjikan status PNS tersebut.

“Bukan saya yang menjanjikan, tapi kebetulan saya menceritakan ada orang luar daerah yang menawarkan itu (untuk diangkat menjadi PNS, Red),” kilah Lalu Dami Ahyani.

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.