LOTIM LOMBOKita -Kasus tewasnya Jum (52) warga Semaya yang terjadi di wilayah Desa Batu Nampar Lombok Timur, berhasil di ungkap Tim PUMA Polres Lombok Timur, Polisi berhasil tangkap dua orang terduga pelaku , yaitu DR (20) Warga Jerowaru dan MZ (32) warga Semoyang Loteng,

kedua pelaku ditangkap di wilayah Loteng,Jumat malam (23|9) sekitar pukul 19.30 wita. Dalam penangkapan tersebut, salah seorang pelaku terpaksa di hadiah timah panas, lantaran melakukan perlawanan dan berusaha untuk kabur.

Kedua pelaku langsung di gelandang ke Mapolres Lotim guna proses hukum dan penyelidikan lebih lanjut.

Kapolres Lotim AKBP Herry Indra Cahyono melalui Kasi Humas,Iptu Nicolas Oesman saat dikonfirmasi membenarkan kalau dua pelaku kasus pembunuhan yang terjadi di wilayah kecamatan Jerowaru beberapa bulan lalu telah terungkap, dan berhasil menangkap para pelakunya.

“Ada dua orang pelaku terkait kasus pembunuhan di wilayah Jerowaru beberapa bulan lalu, telah diamankan ,” katanya

Informasi yang dihimpun menyebutkan, kasus ini tersebut terjadi sekitar bulan Juli 2022 lalu ,sebelum kejadian, terduga pelaku dan korban sempat cek cok dan adu mulut saat pelaku bertamu ke rumah keponakan korban

Lantaran tak terima ditegur korban, terduga pelaku langsung pulang dan menggeber sepeda motornya yang di gunakan, dan hal ini membuat korbanpun marah, dan sempat mengumpat pelaku,

Selang dua hari sejak kejadian tersebut, pelaku mendatangi korban yang pada waktu itu sedang berada disawahnya, untuk ‎menanyakan perkataan korban saat pelaku akan pulang dari rumah keponakannya.

Tapi belum sempat dijawab korban, pelaku lainnya langsung mengayunkan parang ke leher korban yang menyebabkan korban langsung tersungkur.

Tidak sampai disitu pelaku juga melakukan penganiyaan terhadap korban sampai bersimbah darah yang menyebabkan meninggal dunia,setelah itu pelaku meninggalkan korban begitu saja.

Sementara petugas yang mendapat laporan, langsung melakukan penyelidikan sdengan ekstra keras akhirnya kasus pembunuhan itu dapat diungkap dan berhasil menangkap pelaku untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.