Vaksinasi Lansia, Bupati Lotim Perintahkan PKM “Jemput Bola”

LOTIM lombokita – Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy perintahkan seluruh PKM untuk melakukan “jemput bola” terhadap kegiatan vaksinasi bagi warga lanjut usia (lansia)

“Progres vaksinasi Lansia di seluruh PKM perlu ditingkatkan, bila perlu lakukan jemput bola,” ungkapnya dalam Rapat Koordinasi tingkat Provinsi NTB yang digelar Polda NTB yang diikuti 10 Kabupaten/ Kota se NTB, Senin (20/4/2021).

Menurut Bupati, dirinya mencatat dari 36 PKM yang ada, baru empat Puskesmas yang menunjukkan progres yang baik khusus untuk vaksinasi Lansia. Puskesmas tersebut yaitu Puskesmas Sakra, Puskesmas Montong Betok, Puskesmas Lenek, dan Puskesmas Karang Baru.

“Pencapaian vaksinasi tersebut berhasil karena petugas langsung turun ke lapangan dalam lakukan vaksinasi terhadap Lansia,” katanya.

Dikatakan Sukiman, perkembangan progres vaksinasi Lansia di Lombok Timur, berdasarkan data Dinas Kesehatan adalah 15,9 persen untuk dosis pertama dan 0,7 persen untuk dosis kedua

“Untuk peningkatan pencapaian vaksinasi bagi Lansia, Para camat aga terus berkoorinasi dengan PKM di wilayah masing masing,” perintahnya

Bahkan menurut Sukiman, Pemkab berkomitmen akan menganggarkan biaya penjemputan dan pengantaran bagi warga lansia untuk melakukan vaksinasi, masing masing Puskesmas akan di bantu anggaran sebesar Rp 10 juta.

“Saya targetkan sebelum lebaran idul fitri, vaksinasi lansia dapat dituntaskan,” harapnya.

Sebelumnya, pada rakor yang diikuti para Camat termasuk Kapolres serta Dandim 1615 Lombok Timur, Wakil Gubernur Sitti Rohmi Djalilah menegaskan pentingnya vaksinasi bagi kelompok lansia.

Menurut Wagub melalaikan vaksinasi terhadap lansia akan memperbesar potensi kematian akibat pandemi covid-19. Mengurangi risiko penularan, utamanya terhadap kelompok rentan dapat dilakukan dengan vaksinasi berbasis desa dan dusun.

Secara keseluruhan capaian vaksinasi di Lombok Timur untuk tenaga kesehatan (nakes), pelayan publik, maupun guru telah melampaui target pemerintah pusat. Capaian untuk nakes pada dosis ke dua saja 102 persen, pelayan publik 108,7 persen, dan guru 114,8 persen.

- Adv -

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.