Warga Pohgading Tuntut Pernyataan Bupati Lotim

1773
kali tampilan.
Loading...

LOMBOKita – Wakil Ketua BPD Pohgading, Ustaz Musahan bersama masyarakat Desa Pohgading menuntut pernyataan Bupati Lotim, HM. Sukiman Azmy  terkait dengan masalah ijin tambang besi sudah kadaluarsa. Bahkan Bupati bilang tidak mau berbicara lagi masalah pasir besi. Untuk kemudian pernyataan Bupati itu disiarkan di media milik pemerintah daerah.

Namun dalam kenyataan dilapangan justru pihak perusahaan diberikan masukan alat ke pantai Dedalpak untuk melakukan aktivitas tambang pasir besi,sehingga ini yang menjadi masalah ditengah-tengah masyarakat Desa Pohgading.

Demikian ditegaskan Wakil Ketua BPD Pohgading, Ustaz Musahan dalam rapat sikapi masuknya alat milik PT AMG di Pantai Dedalpak di aula kantor Desa Pohgading, Rabu (14/8).” Kita tuntut kata Bupati ijinnya tambang pasir besi sudah kadaluarsa, akan tapi kenapa alat milik perusahaan PT AMG dibiarkan masuk ke Pantai Dedalpak kalau dikatakan kadaluarsa, ini jadi persoalan,”tegasnya.

Ia menjelaskan pernyataan Bupati itu dikatakan  dalam rapat percepatan pembangunan desa di kantor Camat Pringgabaya beberapa waktu lalu. Kemudian setelah pernyataan itu dikeluarkan, Bupati merealisasikan  dengan dengan menurunkan tim dari Dinas Pariwisata Kabupaten Lotim.

Terkait dengan rencana Desa Pohgading menjadi desa wisata.Namun kemudian setelah masyarakat setuju Desa Pohgading menjadi desa wisata datang  Wakil Bupati melakukan sosialisasi masalah pasir besi. Terutama terkait dengan akan dimasukkannya alat pertambangan PT. AMG.

Loading...

” Maka inilah yang menyebabkan masyarakat menjadi kontra masalah tersebut, dimana Bupati Lotim menyatakan sudah jelas masalah ijin  pasir besi kadaluarsa, lalu kemudian setelah itu Wabup datang ke masyarakat menyatakan lain,sehingga ini yang menjadi masalah, padahal masyarakat setuju dengan desa wisata,”tukasnya.

Hal yang sama dikatakan tokoh masyarakat Pohgading, Zuhud mengatakan kita tetap menolak tambang pasir besi tersebut, apalagi dengan adanya pernyataan Bupati Lotim yang menyatakan ijin tambang pasir besi sudah kadaluarsa.

Oleh karena itu, Pemerintah desa agar bersurat ke camat dan bupati untuk menerima masalah pantai Dedalpak menjadi desa wisata. Sedangkan pada satu sisi warga sudah sepakat untuk menolak tambang, bahkan warga tidak mengetahui hasil penambangan dan kontribusinya kepada masyarakat seperti apa, termasuk dampaknya mengenai dampaknya.

” Tolak tambang pasir besi, setuju dijadikan desa wisata yang lebih memiliki manfaat bagi masyarakat Desa Pohgading,” tukasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.